ANGKRINGAN SEBAGAI PUBLIC SPHERE: ARENA PENGEMBANGAN RASIONALITAS PUBLIK

Oleh

Ulya N. E.  Jamson, Dini Suryani, Bintar Lulus P (Jurusan Ilmu Pemerintahan) Wildan Mahendra R  (Jurusan Sosiologi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

ABSTRAK

Keterbatasan wilayah di perkotaan akan berdampak langsung pada keterbatasan ruang publik (public sphere) yang ada. Padahal ruang publik dibutuhkan sebagai media berinteraksi manusia dalam upaya merekatkan ikatan sosial. Namun, realitanya public sphere yang ada di wilayah perkotaan tidak dapat diakses semua orang. Angkringan sebagai fokus pembicaraan dalam tulisan ini, hadir untuk menjawab persoalan tersebut.

Angkringan sebagai sebuah public sphere ternyata tidak hanya dapat dilihat dari sisi ekonomis. Angkringan turut memerankan fungsi penting yang lain, yaitu sebagai tempat mengobrol dan bertukar informasi. Pengunjung angkringan dipastikan terlibat pembicaraan (secara langsung maupun tidak) baik dengan penjual maupun dengan konsumen lain.

Tulisan ini berusaha mengungkapkan sisi lain dari angkringan sebagai public sphere yang tidak banyak diperhatikan. Lebih jauh, diharapkan melalui tulisan ini keberadaan public sphere seperti angkringan dapat difasilitasi karena menempati posisi yang strategis.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berjenis deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan melakukan library research dan observasi partisipan yang diselingi dengan wawancara.

Hasil dari observasi memperlihatkan adanya cross social interaction, baik antara pembeli—penjual maupun pembeli—pembeli. Selain itu, ditemukan bahwa angkringan menjadi tempat bertemunya antar komunitas. Isu yang dibahas dalam interaksi angkringan berfungsi sebagai kontrol sosial dan kritik atas  kebijakan di tingkat lokal dan nasional yang berpengaruh terhadap mereka.

Dari tulisan ini kita dapat melihat bahwa angkringan bukan hanya tempat ritual makan dan minum. Angkringan juga merupakan arena pengembangan rasionalitas publik yang berawal dari diseminasi ide dan sirkulasi info, yang tercipta dari pembicaraan santai.

Kata-kata kunci: angkringan, public sphere, rasionalitas publik

Ini adalah abstrak dari karya tulis ilmiah kami, yang kami kirimkan untuk mengikuti kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa XXII, Pekan Kreativitas Mahasiswa Bidang Penulisan Ilmiah tahun 2008. Tidak disangka, karya yang kami kerjakan dengan ngebut ini berhasil memasuki final. Kami lalu dipanggil ke Semarang sekitar pertengahan 2008 untuk presentasi, dan Alhamdulillah, kami berhasil menjadi Penyaji Terbaik I di Bidang Penulisan Ilmiah.

Tiga dari kami sudah lulus kuliah: Pipin (Ulya) sedang menyelesaikan program Youth Exchange Canada-Sei Gohong, Wildan menjadi Pengajar Muda di Program Indonesia Mengajar di pedalaman Riau, Saya (Dini) masih berstatus Kandidat Peneliti di Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, dan Bintar sedang berjuang menyelesaikan skripsinya di universitas kebanggaan kami, UGM Yogyakarta.

Setelah ini berlalu, kami berencana untuk bertemu di angkringan di Yogyakarta pada reuni perdana kami nanti😀

Tapi kira-kira kapan ya? Hehe

6 thoughts on “ANGKRINGAN SEBAGAI PUBLIC SPHERE: ARENA PENGEMBANGAN RASIONALITAS PUBLIK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s