mimpi

*untukmu yang ingin pindah jurusan

Question of The Day: Apakah saya hari ini merupakan mimpi saya yang kemarin?

Saya adalah orang yang penuh mimpi. Kalo inget dulu pas jaman SD ngebaca Buku Pintar punya kakak saya yang banyak banget informasi di dalamnya termasuk soal shio-shio an. Saya yang tergolong shio kelinci ini termasuk kelinci pemimpi, malas bekerja. Rese banget kan tu buku, bilangin saya males. Walopun kadang ada benarnya :p

Mimpi itu kata temen saya yang bagus banget kemampuan leksikalnya, adalah visi atau tujuan. Misalnya ni kamu dalam perjalanan, nah, tujuan perjalanan kamu dimana? Dimana perjalanan kamu ini berhenti? Itulah mimpi. Sedangkan dengan apa kamu mencapainya itu soal operasional. Ibarat perjalanan (lagi), kamu bisa naik bus, mobil, pesawat, roket atau UFO sekalipun. Ganti-ganti juga boleh. Abis mobil, eh bosen trus ganti pesawat, sah-sah aja. Atau naek pesawat trus pesawatnya jatoh, ganti naek mobil (asal pastiin dulu kamu masih idup pasca jatuhnya pesawat yang kamu tumpangi ;p) gapapa juga. Yang penting sampai di tujuan kamu.

Saya ingat sekali, ketika SMA, saya punya mimpi barengan (cieeh, SMA banget yah) sama temen (lumayan) deket saya. Kami ingin berkontribusi buat daerah kami (haha, ckckck), Kutai Timur. Namanya juga visi, abstrak banget kan. Karena itu,kami punya misi, mengambil jurusan (di universitas) yang berkaitan dengan pemerintahan, karena kami memandang, daerah ini lack of good human resources who can govern well. Yep, we wanted to be part of the government. Terserah mau PNS mau kagak, yang jelas, berkontribusi melalui jalur pemerintahan. Dan disanalah kami, berusaha dan menyemangati satu sama lain.

Ternyata kami memilih ‘kendaraan’ yang berbeda. Dia lebih memilih tes di suatu institut milik departemen pemerintah sedang saya konsisten tes di universitas biasa. Alasan saya simple waktu itu, I’m not interested at all ngelamar di institute yang sama. Dia keterima, saya juga.

Di bulan-bulan pertama saya kuliah, saya menggila. Bukan karena saya seneng, tapi karena saya pusing. What the hell is this? Dosen ini ngomong apa sih?! Ini mata kuliah apaan?! Ohmaigat I just don’t get it! Saya merasa bodoh. Well maybe I am. Godaan untuk pindah jurusan sangat besar. Saya sempat bilang ke ortu saya, bahkan. Dan tanggapan mereka, kagetlah. Intinya mereka bilang bahwa saya akan menyia2kan 1 tahun dalam hidup saya karena harus mengulang setahun itu. Tapi basically, semua pilihan diserahkan ke saya.

Walaupun berniat pindah jurusan, saya berusaha memahami kuliah2 itu, setidaknya untuk satu tahun. Walaupun sulit sekali. Kemampuan IPS saya dipertanyakan. Padahal, hey I’m so IPS you know?! Maksudnya ga bisa ngitung dan langsung pusing liat angka. Haha. Bagusnya, saya berteman baik sama orang yang pinter. Paling tidak, wacana saya terasah, dari diskusi2 sama dia. Yes, you need a very good environment. Yang membuat kamu nyaman berada di situ, yang membuatmu yakin bahwa kamu tidak salah jurusan.

Ujian semester pertama, wasn’t so good for me. Walopun ga jelek2 banget, It was the worst grade I’ve ever got. Keinginan untuk pindah jurusan muncul lagi. Tapi saya kemudian teringat, memang bagaimana saya bisa sampai disini?! Selain tentu saja takdirNYA, bagaimanapun INI ADALAH PILIHAN SAYA! MIMPI SAYA yang DIA kabulkan.

Kenapa saya jadi tidak bersyukur, dan dengan mudahnya berpaling? Di luar sana banyak sekali mahasiswa yang terpaksa masuk jurusan dimana dia berada sekarang, karena keinginan ortu yang tak dapat ditawar2. Ada yang menjalani dengan tabah, ada pula yang berontak, dan akhirnya semua berantakan, bahkan ada yang sampai gila. Lalu saya, yang memang sedari awal menginginkan ini, dan Allah melancarkan usaha saya, masih punya muka buat pindah keinginan?!

Saya melewati masa-masa kuliah dengan ceria. Kekuatan mimpi itu yang menceriakan saya. Ketika saya merasa jatuh, tak berkemampuan, saya selalu mengingat bahwa inilah mimpi saya. Jalani saja. Jalani. Kalo memang Dia meridhoi maka akan dimudahkanNYA, kalo Dia tidak meridhoi maka akan saya akan dihentikan, bagaimanapun caranya. Simple saja. Akhirnya saya mengakhiri kuliah dengan nilai yang kuantitatif yang  tidak terlalu buruk, dan nilai kualitatif yang buat saya pribadi, tak terukur (karena saya merasakan banyak manfaat pada proses 5 tahun itu). Allah bahkan memberi saya kesempatan, untuk berkontribusi di lingkup yang lebih luas, bukan semata di tingkat kabupaten. DIA memang MAHA BAIK.

Saya tahu, mungkin beberapa ada yang tidak sepakat. Mimpi masa SMA itu katanya mimpi bocah. Tanpa pikir panjang, tanpa melihat lebih jauh apa yang kira2 di depan sana. Tapi dia tetaplah mimpi, formulasi dari kesukaan, minat, dan keinginan kita. Jadi buat saya, semuda apapun usia kita dalam memimpikan sesuatu, itu bukan masalah. Bahkan banyak sekali kan, orang yang bisa mencapai sesuatu yang dimimpikannya ketika kecil, lebih bocah daripada usia SMA?!

Jadi, kenapa harus mengingkari mimpi sendiri? Ketika dalam penglihatan kita mimpi itu nyaris tidak tercapai dengan mudahnya kita membuangnya dan merajut mimpi lain?! Lalu jika mimpi lain itu nyaris tidak tercapai lagi, maka kita akan berbuat hal yang sama? Punya muka berapa untuk berbuat demikian? Padahal, sering sekali manusia itu, memilih untuk berhenti, ketika jalan keluar itu sudah tinggal beberapa langkah. Sampai kapan kita jadi pengecut, bahkan menghadapi mimpinya sendiri tidak berani.

Tapi, jika kau memang merasa ini bukan mimpimu, maka hentikan sekarang juga dan segara rajut mimpi baru, yang kau tekadkan akan kau kejar setengah mati sampai kau benar-benar menggapainya, betapapun berdarah-darahnya dirimu.

Untukmu yang duduk di situ, apakah kau hari ini adalah mimpimu kemarin?

Climb ev’ry mountain, ford ev’ry stream,
Follow ev’ry rainbow, till you find your dream.

Oscar Hammerstein II (1895 – 1960)

2 thoughts on “mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s