RASA MEMILIKI

*saya temukan dalam timbunan catatan saya, dan saya yakin sekali, ini bukan tulisan saya. Meski saya lupa sumbernya, mudah-mudahan penulisnya ridlo saya share di sini.

Berhakkah kita merasa memiliki sesuatu di dunia, padahal tak secuil pun adanya keterlibatan kita dalam proses penciptaan alam raya dan isinya ini? Tentu tidak, namun untuk memuliakan manusia Allah menciptakan rasa memiliki dalam diri kita. Rasa memiliki tidak sama dengan memiliki –yang kemudian dikonotasikan sebagai menguasai, mengatur, atau mengendalikan. Karena itu, rasa memiliki adalah fana; seperti mahluk hidup, ia dapat tumbuh, berkembenag atau bisa juga mati baik perlahan maupun mendadak.

Rasa memiliki yang tumbuh dengan baik dapat menggirirng kita bahwa dalam konteks kita, memiliki adalah ‘sekedar rasa’, alih-alih atau bahkan artifisial. Secara alamiah, kita akan merasakan buktinya ketika datang peristiwa yang mengharuskan kita untuk berpisah selamanya dnegan mahluk yang kita diberi rasa untuk memilikinya, misalnya kematian orangtua. Sekeras apapun isak tangis kita, tidak akan memngembalikan orangtua ke pelukan kita lagi—dengan fakta lanjutan hal ini menandakan bahwa orang tua bukanlah milik kita.

Sebaliknya jika rasa memiliki itu mati secara diam-diam, kita akan merasa tidak akan emmiliki siapapun, termasuk diri kita sendiri. Kita tidak akan punya bapak, ibu, kakak, adik, teman, sahabat, karena rasa memiliki terhadap mereka tak pernah kita pupuk utnuk tumbuh dengan subur. Bahkan ketiadaan rasa memiliki terhadap diri kita sendiri akan menjelma menjadi keinginan untuk mengehancurkan diri kita sendiri. Misalnya dengan narkoba.

Pada akhirnya, rasa memiliki merpakan jembatan yang mengubungkan kita dengan banyak kuasa Allah. Kita dan bukti-bukti kekuasaannya itu dihubungkan untuk saling menguatkan posisi masing-masing sebagai simbol kehebatanNya. Jadi, akhirnya kita bisa mahfum bahwa tanpa rasa memiliki, kita tidak akan menyadari bahwa untuk sekedar kehilangan saja, kita butuh pertolonganNya, karena seperti juga rasa memiliki, rasa kehilangan adalah anugerahNya. [ ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s